Dengan penjelasan
terdahulu dapat dipahami bahwa perpindaham akal dari suatu kata kepada maknanya
– pada dalil peletakan – terjadi karena hubungan yang sangat erat antara
keduanya. Sehingga kalau kita mendengar kata-katanya seakan kita melihat
maknanya. Begitu pula kalau kita melihat maknanya seakan dayang pula kata itu
dalam pikiran kita. Pepindahan itu bisa terjadi hanya pada akal yang mengetahui
hubungan keduanya.
Dengan demikian kita dapat mendefinisikan bahwa dalil
kata peletakan (wadh’iyah) – yang bersuara atau tidak - adalah “suatu kata yang dengan mengetahuinya
dari pembicaraan atau penulis- Dapat mengetahui makna yang dimaksud”
Pembagian Dalil Kata.
Dilihat dari segi cocok tidaknya suatu kata pada
maknanya, kata dibagi menjadi tiga (3) è
1. Dalil
kata cocok (muthabiqiah)
Dalil
kata cocok adalah kata yang menjadi pendalil terhadap seluruh makna yang telah
diletakkan semula. Seperti, pendalialan
kata “buku” terhadap seluruh maknanya. Maka masuklah kulitanya, tulisan atau
gambarnya, dan seluruh kertas.
“dalil cocok” ini sebenarnya merupakan asal asal daripada suatu
kata. Sedangkan kedua dan ketiga dalam pembagian berikut merupakan cabang dari
dalil cocok ini.
2.dalil kandungan atau
bagian (tadhamunniyah,implication)
Dalil kata kandungan
adlah kata yang menjadi pendalil terhadap sebagian makna awal. Misalmya pada
kalimat “buku anda merah” kata “buku” hanya menjadi pendalil terhadap kulitnya
saja.
3.Dalil kata kelaziman
(iltizam, cocomitance)
dalil kata yang menjadi
pendalilterhadap suatu makna yang bukan mananya, baik cocok atau bagian, namun
merupakan kelaziman makna asalnya. Seperti pendalilan kata air terhadap gelas
pada kalimat, “berilah aku air”
Syarat-syarat dalil kata kelaziman antara lain :
1. kelaziman antara arti kata dan arti kelazmannya merupakan
kelazimannya merupakan kelaziman dalam akal. Jadi, kelziman keduanya
tidak boleh diluar akal.
2. kelaziamn
antara keduanya harus merupakan kelaziman yang jelas ; yakni begitu
menggambarkan makna pertama, ia – akal – langsung dapat mengagambarkan makna
kedua yang menjadi kelazimannya.
Perhatikan diagram dibawah ini:
Cocok
Dalil Kata Kandungan
Kelaziman