PEMBAHASAN LAFAZH (KATA)

0
  • Senin, 21 Januari 2013
  • mas mimow
  • Label:


  • Makna dari pembahsan logika adalah makna dari suatu kata, bukan kata-kata itu sendiri. Akan tetapi kita perlu membahas kata-kata itu secara umum – tanpa melihat dari segi bahasa tertentu. Hal itu disebabkan, adanya kata-kata diperlikan untuk mencapai makna, dan dalam memaknakan sesuatu, satu sama lain diantara kita memerlukan kata-kata.
                  Tujuan lain yang lebih penting dari itu adalah agar kita mempunyai gambaran dan pengertian penuhatas hakekat dan posisi lafazh itu sendiri, sehingga dalam mencari hakekat (essensi) sesuatu atau mempercayai suatu pro posisi universal kita tidak dipengaruhi bentuk rupa dan indahnya.
         Bentuk dan rupa kata-kata bisa beragam, bahkan mungkin berubah walaupun dalam suatu bahasa tertentu. Maka seandanya makna – hakekat – sesuatu kita ukur dengan kata-kata, maka hakekat sesuatu itu juga bisa beragam. Padahal hakekat (essensi) setiap sesuatu harus satu dan tidak beragam.
                  Perlu diketahui, bahwa salah satu daripada pembagian wujud, adalah wujud dibagi menjadi Wujud Hakiki dan Wujud Bukan Hakiki( i’tibari ).


    1. Wujud Hakiki
             Yaitu kewujudan sesuatu yang tidak dibuat-buat. Wujud hakiki ini dibagi menjadi dua :
    (i).   Wujud Luar Akal
            Wujud luar akal adalah Wujud yang ada diluar akal, semacam langit, rumah, pena, dll…yang konkret . Wujud ini disebut dengan “Wujud luar”. Maka dari itu untuk menyelamatkan dari kerancuan pembahasan kadang kala para ahli logika mengatakan “Rumah Khariji”(“Rumah luar” atau “rumah luar akal”).

    (ii).    Wujud dalam Akal
             Wujud dalam Akal, yaitu gambar-gambar dari “Wujud luar” yang ada didalam akal kita. Semacam gambaran (ilmu) akal tentang langit, rumah, dll…. Wujud ini disebut Wujud dzihni (“Wujud dalam atau wujud dalam akal”). Untuk membedakan dengan wujud luar, para ahli logika kadang kala mengatakan   ”rumah dzihni” (“rumah dalam” atau”rumah dalam akal”).

    2. Wujud Bukan Hakiki
             Yaitu wujud yang dibuat-buat. Wujud inijuga dibagi menjadi dua :
            
         (i).     Wujud Kata (Lafazh)
                  Manusia – satu- sama lain – untuk mengutarakan pikiran dan keinginannya tidak bisa membawa makna-makna alias wujud luar. Bahkan, kadang kala tidak mampu melakukannya – misalnya ingin mengatakan bahwa laut itu luas, sedangkan ia ditempat yang lebih jauhdari laut. Maka, maka manusia peril kepada sesuatu yang lain, demi memudahkan komunikasinya. Kekuata fitrahnya telah membuat manusia mampu membuat sesuatu yang diperlukannya tersebut.
                  Hasil buatan manusia inilah yang disebut “Kata”. Wujud ini adalah wujud yang dibuat-buat oleh manusia sesuai dengan kesepakatannya. Karena itulah hasil kesepakatan tersebut berbeda antara kelompok dengan kelompok lain.
                  Kesepakatan yang dibuat manusia telah membuat “kata” mempunyai hubungan eratdengan maknanya. Sehingga, ketika kita mendengar katanya – misalnya, “langit” – seakan kita melihat makna yang dikandungnya itu sendiri. Jadi, kata-kata berfungsi mendatangkan makna dalam akal pendengarnya.
           
         (ii).    Wujud Tulisan (Katbi)
                  Dengan kata – hasil penemuannya – manusia masih belum dapat cukup mencukupi segala keperluankomunikasinya, karena kata-kata hanya dapat dipakai dalam komunikasi jarak dekat atau langsung, sedangkan komunikasi yang diperlukan mencakup yang tidak langsung. Karena keperluan itulah akhirnya manusia membuat lagi sesuatu yang baru untuk melambangkan – mewakili – kata-kata itu, sehingga akhirnya mencapai makna. Inilah yang disebut “tulisan”.
                  Jadi, untuk mengutarakan pikiran dan keinginannya yang tidak langsung – kepada yang jauh atau akan datang – manusia menggunakan tulisan untuk mendatangkan kata-kata, yang dengan kedatangan kata-kata tersebut akan datang pula makna yang diinginkannya pada akal pembaca tulisannya. Perhatikan diagram berikut ini :   



                                                                                          Wujud luar Akal è Eksistensi
           
                                                        Hakiki

        Wujud                                            Wujud dalam AkalèPahaman/Ilmu
                                                                                         Wujud Kata
                                                       
                                                        Buatan

                                                                                        Wujud Tulisan






    0 komentar:

    Posting Komentar